Cepat mahir linux

Cepat Mahir Linux

Author: Administrator · Published: November 25, 2008 · Category: Linux Dasar dan Opensource

 

Linux adalah sebuah Operating System (OS) turunan dari UNIX, yang merupakan implementasi independen dari standard IEEE untuk OS yang bernama POSIX (Portable Operating System Interface). OS adalah perangkat lunak (software) yang mengatur koordinasi kerja antar semua perlengkapan perangkat keras (hardware) dalam sebuah komputer. Linux memiliki kemampuan yang berbasis ke standard POSIX meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, proper memory management, dan multiuser. Linux seperti layaknya OS UNIX lainnya, mendukung banyak software mulai dari TEX, X Window, GNU C/C++ sampai ke TCP/IP.

Tulisan ini akan menjelaskan Linux secara general, dimulai dari pengenalan, sejarah, distribusi, instalasi, sampai ke daftar perintah-perintah linux yang ada.

download materinya disini.

Virtualization Linux

Saya ingin mengulas sedikit mengenai Virtualization di Linux, dimana saya telah membahas sedikit mengenai Tend Virtualization yang sedang hangat saat ini dikalangan IT.

Untuk mendukung Virtualization ini tentunya digunakan software khusus untuk membuat virtualisasi dari suatu Operating System (OS). Selain software tentunya Hardware juga harus mendukung Virtualization secara penuh, terutama processor.

Software untuk Virtualization di Linux cukup banyak pilihannya, dari yang berbayar sampai yang gratisan. Umumnya software tersebut juga ada di platform OS Windows.

Untuk yang berbayar ada VMware yang sudah terkenal sejak dulu untuk melakukan virtualisasi yang sangat baik. Tersedia untuk flatform OS Windows dan Linux. Saat ini juga telah mensupport processor yang mendukung virtualization, baik dari yang berbasis Intel maupun AMD.

Untuk software virtualisasi yang gratis atau free, ada VirtualBox dan Qemu. Kedua-duanya juga sudah mendukung virtualization pada processor saat ini dan tentunya dapat dikonsumsi gratis oleh siapa saja. Feature yang ditawarkan juga tidak kalah dengan yang berbayar. Terutama VirtualBox yang sangat mirip GUI interfacenya dengan VMware. Untuk Qemu memerlukan instalasi kernel khusus untuk mengaktifkan mode virtualisasi full pada processor yang digunakan, sementara VirtualBox tidak memerlukannya, karena by default sudah mensupport processor yang mendukung virtualization.

Untuk memilih processor yang sudah mensupport virtualization, anda bisa mengeceknya di web masing-masing. Untuk intel bisa di cek disini, dan AMD dapat juga mengecek di websitenya disini. Untuk Intel biasanya dikenal dengan teknologi Intel VT-x dan AMD biasanya disebut teknologi AMD-V.

Teknologi pada processor ini memungkinkan Operating System (OS) yang kita emulasi atau yang ada didalam virtualisasi dapat menggunakan atau mengakses processor secara langsung seperti menggunakan OS langsung tanpa di virtualisasi. Sehingga OS yang di virtualisasi akan memiliki kecepatan,feature dan kompatibilitas terhadap processor yang sama jika menggunakan OS yang tidak dalam software virtualisasi.

Di Ubuntu (karena saya menggunakan Ubuntu) dapat mendownload Qemu dari Synaptic maupun dari console termoinal yang ada :

$ sudo apt-get install qemu qemu-launcher qtemu

Untuk VirtualBox silahkan download disini

Untuk di Linux saya menyarankan untuk menggunakan VirtualBox, karena tidak memerlukan kernel khusus untuk mengaktifkan feature dari processor yang mendukung virtualization dan juga tampilan GUI nya akan sangat familiar bagi pengguna VMware sebelumnya.

Jadi kita tidak perlu khawatir menggunakan server berbasis Linux jika ingin menggunakan teknologi virtualization yang sedang trend saat ini. Walaupun di Linux memerlukan software tambahan lagi. Untuk server yang menggunakan Ubuntu silahkan untuk menggunakan Ubuntu Server atau kernel server, karena tentunya kita membutuhkan Memory RAM yang cukup besar jika akan melakukan virtualization ini.

Mengenal User Mode Linux : Kernel dalam Kernel

User Mode Linux (UML) merupakan suatu mesin virtual yang dapat digunakan untuk menjalankan proses pada Linux secara aman tanpa beresiko merusak lingkungan Linux yang sebenarnya. UML secara umum bisa disebut sebagai kernel dalam kernel. Kernel dalam UML benar-benar mirip dengan kernel yang menjalankan sebuah sistem operasi linux. Bisa diubah kodenya, dicompile, distart, direstart, dan dishutdown.

Berikut adalah beberapa kegunaan dari User Mode Linux:

  1. Virtual hosting
  2. Kernel development dan debugging
  3. Process debugging
  4. Secara aman mencoba kernel linux terbaru
  5. Mencoba distribusi terbaru linux
  6. Jaringan virtual
  7. Disaster recovery practice dan sebagainya

Beberapa contoh aplikasi User Mode Linux yang pernah dan berhasil dicoba oleh penulis adalah untuk:

  1. Simulasi sebuah Local Area Network yang meliputi host, switch dan router
  2. Instalasi DNS server dan Qmail server serta menghubungkannya dengan internet
  3. Menggunakan layanan ftp, telnet, ssh dan http lewat virtual host
  4. Penerapan firewalling, meliputi service blocking, port forwarding, masquerading dan virtual server

Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan

Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

Tips membangun lan dengan bluetooth

Seiring dengan kecanggihan teknologi informasi, untuk pembangunan sebuah LAN kita tidak perlu lagi
menggunakan UTP Cable yang dimana hanya terbatas pada ruang, yang juga membuat kita sulit untuk
ber-mobilitas bahkan dengan installasi yang cukup rumit dan terkesan membuat kotor ruangan karena
nampak kabel disana-sini.
Sebagai alternatif, kita bisa menggunakan teknologi Bluetooth, Bluetooth menggunakan teknologi
WaveLAN yang bekerja pada 2,4 GHz (unlicensed ISM – Industrial, Scientific and Medical) sehingga
kita bisa menggunakannya bebas tanpa izin frekuensi, jangkauan bluetooth ada yang 10 meter dan
adapula yang bisa mencapai 100 meter (bisa menembus tembok)
Dengan Bluetooth kita bisa menghubungkan 7 PC/Laptop secara bersamaan.
Karakteristik Bluetooth (10meter)
Parameter Spesifikasi
Transmitter :
Frekuensi ISM band, 2400 – 2483.5 MHz (mayoritas), untuk beberapa negara mempunyai
batasan frekuensi sendiri, spasi kanal 1 MHz.
Maximum Output
Power
Power class 1 : 100 mW (20 dBm)Power class 2 : 2.5 mW (4 dBm)Power class 3 : 1
mW (0 dBm)
Modulasi GFSK (Gaussian Frequency Shift Keying), Bandwidth Time : 0,5; Modulation Index :
0.28 sampai dengan 0.35.
Out of band
Spurious
Emission
30 MHz – 1 GHz : -36 dBm (operation mode), -57 dBm (idle mode)1 GHz – 12.75
GHz: -30 dBm (operation mode), -47 dBm (idle mode)1.8 GHz – 1.9 GHz: -47 dBm
(operation mode), -47 dBm (idle mode)5.15 GHz –5.3 GHz: -47 dBm (operation
mode), -47 dBm (idle mode)
Receiver :
Actual Sensitivity
Level -70 dBm pada BER 0,1%.
Spurious
Emission 30 MHz – 1 GHz : -57 dBm1 GHz – 12.75 GHz : -47 dBm
Max. usable level -20 dBm, BER : 0,1%

PC/Laptop melalui USB (merk yang disarankan adalah Billionton, untuk 10m seharga Rp. 225.000 dan
yang 100m seharga Rp. 275.000)
(jangkauan 10 meter)
(jangkauan 100 meter)
Tabel penggunaan frekuensi Bluetooth di beberapa negara
Negara Range Frekuensi Kanal RF
Eropa *) dan USA 2400 – 2483,5 MHz f = 2402 + k MHz k = 0,…,78
Jepang 2471 – 2497 MHz f = 2473 + k MHz k = 0,…,22
Spanyol 2445 – 2475 MHz f = 2449 + k MHz k = 0,…,22
Perancis 2446,5 – 2483,5 MHz f = 2454 + k MHz k = 0,…,22
*) Kecuali Spanyol dan Perancis
Kecepatan transfer data yang didapat dengan menggunakan bluetooth bisa mencapai 723 kbps ACL; 64
b/s SCO Tetapi jika jaraknya semakin jauh, maka semakin berkurang jugalah kecepatan transfer data.
Seperti halnya menggunakan WaveLAN, kita pun perlu menggunakan Access Point untuk
menghubungkan PC/laptop yang sudah terkoneksi dengan Bluetooth ke jaringan Internet
Untuk Installasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah memasangkan Bluetooth USB ke setiap
komputer/laptop yang akan dihubungkan dan juga pasangkan Bluetooth Access Point (letaknya bebas),
setelah itu konfigurasikan TCP/IP nya seperti halnya konfigurasi NIC, dan jadilah PC/Laptop Anda bisa
saling berinteraksi dengan PC/Laptop rekan Anda, baik untuk bertukar file/data bahkan bila Access Point
dihubungkan ke Internet, maka laptop/pc Anda pun bisa berinternet, dimanapun, tidak terbatas oleh
tembok dan panjangnya kabel UTP lagi, asal dalam jarak jangkauan bluetooth.
*)Sumber Gambar dan Referensi Teknis: http://www.billionton.com

introduction lan protocol

Chapter Goals
• Learn about different LAN protocols.
• Understand the different methods used to deal with media contention.
• Learn about different LAN topologies.
Introduction to LAN Protocols
This chapter introduces the various media-access methods, transmission methods, topologies, and
devices used in a local-area network (LAN). Topics addressed focus on the methods and devices used in
Ethernet/IEEE 802.3, Token Ring/IEEE 802.5, and Fiber Distributed Data Interface (FDDI). Subsequent
chapters in Part II, “LAN Protocols,” address specific protocols in more detail. Figure 2-1 illustrates the
basic layout of these three implementations.

What Is a LAN?
A LAN is a high-speed data network that covers a relatively small geographic area. It typically connects
workstations, personal computers, printers, servers, and other devices. LANs offer computer users many
advantages, including shared access to devices and applications, file exchange between connected users,
and communication between users via electronic mail and other applications.
LAN Protocols and the OSI Reference Model
LAN protocols function at the lowest two layers of the OSI reference model, as discussed in Chapter 1,
“Internetworking Basics,” between the physical layer and the data link layer. Figure 2-2 illustrates how
several popular LAN protocols map to the OSI reference model.

LAN Media-Access Methods
Media contention occurs when two or more network devices have data to send at the same time. Because
multiple devices cannot talk on the network simultaneously, some type of method must be used to allow
one device access to the network media at a time. This is done in two main ways: carrier sense multiple
access collision detect (CSMA/CD) and token passing.
In networks using CSMA/CD technology such as Ethernet, network devices contend for the network
media. When a device has data to send, it first listens to see if any other device is currently using the
network. If not, it starts sending its data. After finishing its transmission, it listens again to see if a
collision occurred. A collision occurs when two devices send data simultaneously. When a collision
happens, each device waits a random length of time before resending its data. In most cases, a collision
will not occur again between the two devices. Because of this type of network contention, the busier a
network becomes, the more collisions occur. This is why performance of Ethernet degrades rapidly as
the number of devices on a single network increases.
In token-passing networks such as Token Ring and FDDI, a special network frame called a token is
passed around the network from device to device. When a device has data to send, it must wait until it
has the token and then sends its data. When the data transmission is complete, the token is released so
that other devices may use the network media. The main advantage of token-passing networks is that
they are deterministic. In other words, it is easy to calculate the maximum time that will pass before a
device has the opportunity to send data. This explains the popularity of token-passing networks in some
real-time environments such as factories, where machinery must be capable of communicating at a
determinable interval.
For CSMA/CD networks, switches segment the network into multiple collision domains. This reduces
the number of devices per network segment that must contend for the media. By creating smaller
collision domains, the performance of a network can be increased significantly without requiring
addressing changes.
Ethernet
IEEE 802.3
Token Ring/IEEE 802.5
FDDI
OSI layers LAN specification
LLC
sublayer IEEE 802.2
MAC
sublayer
Physical
layer
100BaseT
Data link
layer
2-4
Internetworking Technologies
Normally CSMA/CD networks are half-duplex, meaning that while a device sends information, it cannot
receive at the time. While that device is talking, it is incapable of also listening for other traffic. This is
much like a walkie-talkie. When one person wants to talk, he presses the transmit button and begins
speaking. While he is talking, no one else on the same frequency can talk. When the sending person is
finished, he releases the transmit button and the frequency is available to others.
When switches are introduced, full-duplex operation is possible. Full-duplex works much like a
telephone—you can listen as well as talk at the same time. When a network device is attached directly
to the port of a network switch, the two devices may be capable of operating in full-duplex mode. In
full-duplex mode, performance can be increased, but
not quite as much as some like to claim. A 100-Mbps Ethernet segment is capable of transmitting 200
Mbps of data, but only 100 Mbps can travel in one direction at a time. Because most data connections
are asymmetric (with more data traveling in one direction than the other), the gain is not as great as many
claim. However, full-duplex operation does increase the throughput of most applications because the
network media is no longer shared. Two devices on a full-duplex connection can send data as soon as it
is ready.
Token-passing networks such as Token Ring can also benefit from network switches. In large networks,
the delay between turns to transmit may be significant because the token is passed around the network.
LAN Transmission Methods
LAN data transmissions fall into three classifications: unicast, multicast, and broadcast.
In each type of transmission, a single packet is sent to one or more nodes.
In a unicast transmission, a single packet is sent from the source to a destination on a network. First, the
source node addresses the packet by using the address of the destination node. The package is then sent
onto the network, and finally, the network passes the packet to its destination.
A multicast transmission consists of a single data packet that is copied and sent to a specific subset of
nodes on the network. First, the source node addresses the packet by using a multicast address. The
packet is then sent into the network, which makes copies of the packet and sends a copy to each node
that is part of the multicast address.
A broadcast transmission consists of a single data packet that is copied and sent to all nodes on the
network. In these types of transmissions, the source node addresses the packet by using the broadcast
address. The packet is then sent on to the network, which makes copies of the packet and sends a copy
to every node on the network.
LAN Topologies
LAN topologies define the manner in which network devices are organized. Four common LAN
topologies exist: bus, ring, star, and tree. These topologies are logical architectures, but the actual
devices need not be physically organized in these configurations. Logical bus and ring topologies, for
example, are commonly organized physically as a star. A bus topology is a linear LAN architecture in
which transmissions from network stations propagate the length of the medium and are received by all
other stations. Of the three
most widely used LAN implementations, Ethernet/IEEE 802.3 networks—including
100BaseT—implement a bus topology, which is illustrated in Figure 2-3.

java netbeans

Untuk membuat sebuah program pada Java.Berikut merupakan sebuah program yang akan dijalankan pada aplikasi Java_Netbeans.
Ingat…!! jangan sampai ada satu kata atau huruf yang tertinggal.

package kendaraanjava;
class Kendaraan {
String Tahunpro;
double Harga;
static String Bahanbkr=”Bensin”;
Kendaraan()
{
}
Kendaraan(String Thnpro, double Hrg)
{
this.Tahunpro=Thnpro;
this.Harga=Hrg;

}
}

public class Main {
public static void main (String args[]){
Kendaraan sedan=new Kendaraan(“1990”,150000000.00D);
Kendaraan angkot=new Kendaraan(“2004”,100000000.00D);
System.out.println(“tahun produksi=”+sedan.Tahunpro);
System.out.println(“Harga awal=”+sedan.Harga);
System.out.println(“Bahan bakar=”+sedan.Bahanbkr);
System.out.println(“\n”);
System.out.println(“tahun produksi=”+ angkot.Tahunpro);
System.out.println(“Harga awal=”+angkot.Harga);
System.out.println(“Bahan bakar=”+angkot.Bahanbkr);
}

}

Setelah dijalankan mendapatkan hasil seperti dibawah ini:

init:
deps-jar:
compile:
run:
tahun produksi=1990
Harga awal=1.5E8
Bahan bakar=Bensin

tahun produksi=2004
Harga awal=1.0E8
Bahan bakar=Bensin
BUILD SUCCESSFUL (total time: 0 seconds)
————————————————————————————————
Dari program diatas terdapat satu kelas, sedangkan method ada 2 dan mempunya beberapa field.

Diposkan oleh Commandan di 20:50 0 komentar

Senin, 24 Desember 2007

PENGANTAR PBO (PEMOGRAMAN BERORIENTASI OBJEK)

A. MEMULAI PROGRAM JAVA
I. Mengetikan Program Menggunakan Netbean
Dalam mengetikkan program Java perlu diperhatikan huruf besar dan kecil. Oleh karena
Java dibuat memakai perangkat lunak C++, maka program Java juga membedakan huruf
besar dan kecil (Case Sensitive).
Listing Program HelloWord.java

public class Main

{
public static void main (String args[])
{
System.out.println(“Hello word, program pertama ku”);
}
}
II. Menjalankan Program Java
Untuk melihat hasil program dapat dilakukan beberapa cara :
– Klik menu Run Kemudian pilih Run Main Project
– Atau tekan tombol F6 pada Keyboard
B. KONSEP OOP
I. Pendahuluan
Perangkat lunak pemograman Java merupkan bahasa pemograman yang
berosientasi objek karena seperi bahasa pengembagannya, C++, Java juga termasuk

bahasa pemrograman PBO atau OOP (Object Oriented Programming) murni. Sebagai

bukti, Java OOP murni terdapat beberapa perintah seperti polymorphisme, inheritance,
encapsulation dan lain-lain.

II. Karakteriktik PBO
Dari karakteriktik PBO ini, dapat menggolonglan program atau perangkat lunak

tergolong bahasa pemrograman berorientasi objak atau tidak. Karakteristik PBO antara

lain :

a. Encapsulation (Pembungkusan)
Encaplulaption adalah pemrograman lebih memperhatikan aspek internal dari pada aspek
ekternal atau sama pengertiannya di dalam program sudah terbungkus antara data dan
prilaku.

b. Polymorphime
Polymorphisme adalah method dengan nama yang sama tatapi di gunakan oleh objek
yang bebeda dalam kelas yang sama.

c. Inheritance (Turunan)
Inheritance adalah turunan dari base class ke derived class (kelas pengikut). Setiap
derived class dapat memakai data atau method dari kelas induknya.

III Beberapa Pengertian Penting PBO
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang PBO ada beberapa pengertian PBO yang
harus kita ketahui, sehingga jika dalam pembahsan PBO terdapat pengertian atau istilah
tertentu kita mengetahui, beberapa pengertian antara lain :

a. OOP (Object Oriented Programming)
OO adalah cara berpikir, pandangan atau paradigma baru untuk membuat program atau
merancang system dengan memperhatikan objek, cirri objek perilakunya. OOP ini sangat
berbeda dengan membuat program procedural yang memperhatikan aspek input proses
dan output.

b. Objek (Object)
Object adalah suatu bentuk baik yang nyata atau tidak nyata, seperti menusia, hewan,
tumbuhan, benda, konsep, aliran. Objek juga merupakan instasiasi (instance) atau turunan
langsung dari kelas.

c. Kelas (class)
Kelas adalah kumpulan objek-objek yang memiliki kemiripan Prilaku (method), cirri atau
karakteristik (property)

d. Metode (Method)
Metode adalah perilaku (behavior) dari objek atau kelas tertentu.

e. Konstraktor (Constructor)
Konstraktor adalah fungsi yang dideklarikan (diperkanalkan atau didefenisikan di dalam
kelas, konstrakor harus mempunyai nama sama dengan nama fungsinya.

f. Karakteristik (Propeties)
Properti adalah cirri yang dimiliki oleh suatu objek, property ini juga sebagai pembeda
objek satu dengan objek yang lainnya dalam kelas yang sama.

g. Peubah (Variable)
Variable adalah tempat menampung data sementara, dalam pemrograman objek biasanya
disebut Data, sedangkan dalam pemrograman procedural sering di sebut dengan variable.

h. Data
Data adalah istilah lain dari variable pada OOP (Programmer Berorientasi Objek). Dalam
pemrograman Java biasa juga disebut field, data member atau inatance variable. Data
member dideklarasikan pada kelas.